Skandal Pengacara SoCal Main Judi Pakai Uang Klien dan Palsukan Penyakit Kanker

·

Seorang pengacara dari Manhattan Beach, California nekat curi uang klien untuk main judi dan palsukan penyakit kanker.

Diketahui pengacara tersebut mencuri uang sebesar $ 116 ribu dari klien demi bermain judi, ia berpura-pura mengalami sakit kanker terminal. Atas kasusnya ini pengacara tersebut langsung diberhentikan, ujar Asosiasi Pengacara Negara Bagian.

Pengacara Nekat Curi Uang Klien untuk Main Judi

Penyalahgunaan dana Sergio Valdovinos Ramirez dianggap sebagai kasus tanpa henti ketika berlangsungnya sidang pada bulan Juni lalu di Pengadilan Pengacara Negara Bagian California. Dari penyelidikan yang dilakukan, diketahui Ramirez memang sering menggunakan rekening pribadinya dan akhirnya habis, ia pun menggunakan uang klien untuk main judi. Skenario penyakit kanker ia buat untuk menutupi kesalahannya.

George Cardona selaku Kepala Penasihat Pengadilan mengatakan Valdovinos Ramirez menipu klien dan tidak menunjukkan rasa penyesalan, bahkan ia rela berbohong tentang penyakit kanker yang sedang mengancam jiwanya demi terhindar dari tanggung jawab. Ia pun dinonaktifkan sebagai pengacara setelah munculnya kasus ini.

Pelanggaran Etika

Ramirez dinyatakan bersalah dengan 19 tuduhan pelanggaran etika. Di satu kasus ia menggunakan dana sebesar $ 73.965 ke rekening gironya untuk masalah konservatorium. Ia telah berulang kali gagal mengajukan klaim untuk klien di pengadilan namun memberikan nomor kasus palsu serta tanggal pengadilan.

Yang lebih parahnya lagi Ramirez memberitahukan ke seorang klien yang seharusnya menjadi wali dalam kasus diskriminasi ketenagakerjaan, di mana kasus telah selesai dengan biaya sebesar $ 58K. Tapi fakta mengejutkannya hal itu tidak pernah terjadi.

Uang uang sudah dihabiskan oleh Ramirez sebesar $ 886,535 demi main judi di berbagai kasino di California mulai bulan Februari 2021 hingga Februari 2023. Berdasarkan dokumen pengadilan, Ramirez menggunakan uang klien  untuk masuk ke Lyft, makan di restoran, membayar pom bensin, dan pembayaran utilitas.

Selama berlangsungnya persidangan, Ramirez mengungkapkan ke penyidik bahwa ia sekarat karena penyakit kanker. Ia mengklaim telah dirawat di rumah sakit City of Hope oleh Dr. Stephen Chang sebagai ahli onkologi, nyatanya hal itu tidak pernah terjadi.

Kasus ini merupakan perilaku ketidak jujuran seorang pengacara yang dalam tugasnya malah melanggar kedisiplinan. Pelanggaran yang dibuat oleh Ramirez diperburuk dengan berbagai kebohongan yang telah dibuatnya. Ia pun harus membayar restitusi kepada lima mantan kliennya dan bunga 10% per tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *