Keputusan Besar! Mahkamah Agung India Hentikan Pajak untuk Judi Online?

·

Mahkamah Agung India memutuskan penghentian secara sementara pajak untuk judi online melalui pemberitahuan Pajak Barang dan Jasa (GST). Keputusan ini disampaikan pada 10 Januari 2025 lalu, proses masih ditangguhkan hingga tercapainya resolusi definitif. Pengadilan pun telah melakukan konsolidasi terkait kasus ini dalam sidang kolektif yang dijadwalkan pada 18 Maret 2025.

Mengapa terjadi penangguhan pajak untuk judi online di India? Ternyata masalah tersebut disebabkan oleh interpretasi penerapan GST untuk permainan daring. Pemerintah setempat menyarankan tarif GST sebesar 28% yang akan diterapkan di total biaya masuk, pajak secara efektif dikumpulkan untuk semua hadiah.

Namun sebaliknya, perusahaan game online punya pemikiran berbeda. Menurut mereka pengenaan pajak hanya diizinkan untuk biaya maupun komisi platform terkait, apalagi untuk game jenis keterampilan yang secara fundamental berbeda dari perjudian atau game taruhan.

Perdebatan Tentang Tarif GST India

Perselisihan terkait pajak ini jadi sorotan antara pengenaan pajak untuk game online di level lebih tinggi, yaitu 28%. Layaknya permainan judi atau taruhan sebesar 18% yang umumnya hanya berlaku untuk layanan saja. Peningkatan sebanyak 28% ini memang secara signifikan membuat perusahaan membayar pajak, jika terjadi tentu pertumbuhan keuangan dan keberlanjutan dari sektor terkait malah terancam.

Saurabh Agarwal sebagai Mitra Pajak di EY mencatat jadwal sidang dilakukan pada bulan Maret dan punya peranan penting untuk membentuk aturan untuk permainan daring. Ia pun menekankan pentingnya sistem pajak yang adil serta transparan demi mendukung pertumbuhan industri yang cepat.

Bagaimana Tanggapan Industri dan Ahli?

Semua sektor game online menyambut secara optimis adanya keputusan tersebut. Advokat Abhishek A. Rastogi mewakili perusahaan perjudian mengatakan untuk penangguhan Mahkamah Agung bisa mencegah tindakan koersif dari otoritas pajak, selain itu memastikan bahwa kasus tidak dibatalkan.

Bukan hanya mengurangi tekanan secara langsung, namun hal ini juga menjaga keadilan prosedural untuk industri terkait.

Anuraag Saxena selaku CEO Federasi E-Gaming memberikan respons yang baik dengan adanya keputusan tersebut. Ia mengatakan ini bisa jadi langkah positif untuk pemerintah India maupun perusahaan game. Ia meyakini resolusi yang adil akan membuat investasi lebih maju, bertumbuhnya valuasi di sektor tersebut, dan menciptakan lapangan kerja. Keputusan Mahkamah Agung ini telah menyebabkan meningkatkan harga saham Delta Corp sebesar 17%, ini menjadikan banyak investor mempercayainya dalam sektor tersebut.

Sebelumnya di Juli 2023 Dewan GST sudah melakukan klasifikasi ulang terkait game online yang mencakup beberapa kategori berbasis peluang dan keterampilan, di bawah GST ada 28% yang secara efektif bulan Oktober 2023.

Sebelum ini pun game berbasis keterampilan telah dikenakan pajak tarif rendah, yaitu 18% menyebabkan tantangan tersendiri untuk industri. Saat ini industri game menunggu keputusan apakah game online tetap dikenakan pajak untuk layanan atau disamakan dengan permainan taruhan dan perjudian. Apapun keputusannya pasti memengaruhi investasi masa depan di India.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *