China dan ASEAN Bersatu Perangi Penipuan Judi Online dan Telekomunikasi

·

China dan ASEAN kerjasama untuk berantas penipuan judi online dan telekomunikasi yang kian meresahkan.

Dalam mengatasi masalah keamanan regional yang jumlahnya terus meningkat, China bertekat untuk mempererat kerja sama dengan negara-negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dalam memberantas penipuan judi online dan telekomunikasi. Komitmen ini digagas oleh Wang Yi selaku Menteri Luar Negeri China ketika melaksanakan pertemuan penting dengan duta besar negara-negara ASEAN di Januari 2025 lalu.

Penipuan Judi Online dan Telekomunikasi Makin Meresahkan

Baru-baru ini kejadian mengejutkan terjadi di sepanjang perbatasan Myanmar-Thailand, di mana munculnya kekhawatiran akan perjudian online dan juga penipuan telekomunikasi. China Daily melaporkan bahwa kejahatan tersebut bukan hanya merugikan masyarakat Tiongkok, namun ke negara-negara tetangga.

Wilayah tersebut melihat adanya tren yang mengganggu seperti skema penipuan, awalnya menjanjikan peluang kerja di luar negeri namun korban malah terjebak ke lingkaran penipuan yang begitu meresahkan.

Wang Yi menekankan adanya aktivitas kriminal tersebut sebagai ancaman serius untuk kesejahteraan ekonomi dan keselamatan publik. Ia menyarankan ke negara-negara di ASEAN untuk mengambil tindakan serius dan lebih tegas demi melindungi warga negaranya dari perusahaan ilegal seperti penipuan yang terjadi baru-baru ini.

Kita perlu memastikan adanya tanggung jawab dari mereka terkait kejahatan keji, ujar Wang.

Pernyataan Wang ini juga membahas mengenai Tiongkok yang siap meningkatkan kemitraan untuk menegakkan hukum bilateral dan multilateral dengan negara-negara anggota ASEAN. Tujuan dari kerjasama ini adalah meningkatkan keamanan dan menyediakan lingkungan aman untuk orang-orang yang terlibat. Apalagi pasca pandemi Covid-19 hal tersebut adalah langkah penting untuk diterapkan.

Tiongkok secara khusus sudah mengusulkan kerjasama dengan negara-negara ASEAN dalam membongkar jaringan penipuan seperti penipuan judi online yang beroperasi lintas batas. Penipuan ini seringkali memiliki target individu yang sedang menjadi pekerjaan di luar negeri.

Dengan kerjasama yang lebih kuat maka Tiongkok dan ASEAN bisa memastikan kawasan tersebut sebagai tempat yang aman dalam interaksi sosial dan ekonomi, serta bebas ancaman penipuan judi online dan telekomunikasi seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Warga Tiongkok Dijebak Organisasi Kriminal Asia Tenggara

China berkomitmen untuk tetap mengatasi masalah terkait penipuan judi online dan penipuan telekomunikasi yang kian meluas demi menyelamatkan para korban dari tindak kejahatan keji ini. Bahkan beberapa bulan terakhir sejumlah warga negara Tiongkok malah ditipu untuk masuk ke wilayah Asia Tenggara dan akhirnya dijebak masuk ke sarang penipuan, para korban malah masuk ke organisasi kriminal dan dipaksa bekerja di sana.

Kementerian Keamanan Publik China juga telah melakukan tugasnya dengan baik, mereka tanpa lelah menyelamatkan orang-orang yang diculik oleh kelompok tidak bertanggung jawab. Ada sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian, di mana mereka telah melakukan koordinasi dengan kedutaan dan konsulat China dalam memberi bantuan bagi korban yang hilang atau sedang dalam bahaya terkait masalah ini.

Pada bulan Juli 2023 saja Kementerian merilis operasi nasional secara besar-besaran untuk memberantas jaringan penipuan telekomunikasi yang mengarahkan ke pembongkaran beberapa penipuan besar di wilayah Myanmar Utara.

Hal tersebut dilakukan dengan kerjasama lembaga penegak hukum di Myanmar. Dari operasi ini mereka berhasil menangkap ribuan tersangka dengan jumlah warga Tiongkok sebanyak 53.000 orang, diduga kuat mereka terlibat dalam kegiatan penipuan.

Terlepas dari suksesnya upaya tersebut, nyatanya banyak operasi penipuan yang pindah ke wilayah lain seperti Wan Hai, Myawaddy, dan Tangyan di Myanmar. Mereka memang berpindah-pindah jadi cukup menyulitkan upaya pemberantasan.

Pihak berwenang China diketahui sudah melaporan hal tersebut, malah kelompok-kelompok penipu lebih gencar menyasar warga China dengan janji-janji palsu seperti pekerjaan dengan imbalan tinggi dan perjalanan gratis ke luar negeri. Setelah korban ditipu, mereka dipekerjakan secara paksa untuk aktivitas ilegal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *